Selasa, 03 Juli 2018

WAHANA AMANAH BORNEO PARK


Sebenarnya banyak wahana menarik yang perlu untuk dikunjungi. Misalnya wahana tangkap ikan, memberi makan kelinci, flying fox, taman labirin, dan sepeda udara. Tapi kalau didatangi semuanya pastilah tidak cukup waktunya.



Maka yang terakhir, kami semua memilih wahana kolam water park. Keadaannya tidak jauh berbeda dengan water park atau water boom lainnya, hanya suasananya yang berbeda.
Akhirnya badan yang tadinya pegal-pegal setelah duduk lama dan berjalan kesana kemari, begitu tersentuh air..... tubuh kembali menjadi segar ...............

RUMAH TERBALIK



Sengaja memang tempat yang jauh dulu kami datangi. “Nyaman langsung bulik ja lagi,” kata ibu.
Tepat pukul 12.00 kami keluar dari lokasi Transmart Banjarmasin. Setelah itu baru menuju ke rencana utama, yaitu ke Amanah Borneo Park Banjarbaru.
Kami tiba di lokasi sekira pukul 14.00 (pukul dua). Di tempat lokasi, kami bingung memilih wahana yang ingin dilihat. Akhirnya ibu mengajak kami ke Taman Buah Naga. Sayang sekali kebunnya belum berbuah. Padahal aku doyan sekali makan buah naga. Setelah itu, kami melihat wahana “Rumah Terbalik”.




Dulu aku menyangka rumahnya yang terbalik, padahal hanya perkakasnya saja yang diletakkan secara terbalik. Sedangkan kitanya berjalan biasa saja. Kukira berjalannya pakai kepala.... khan terbalik.
Tapi cukup keren, seakan main sulap saja................


KE TRANSMART


Kesempatan piknik ke Banjarmasin aku gunakan untuk membeli alat-alat kelengkapan sekolah. Lagi pula, kata kakakku yang pernah kuliah di Banjarmasin : “Harganya  murah-murah daripada di Amuntai”
“Motifnyapun macam-macam,” katanya lagi.


Aku lalu mengajak ibu untuk pergi kesana. Sebelumnya memang ada rencana. Maka jadilah aku dan kakak Lutfan dibelikan alat-alat perlengkapan sekolah, seperti buku, penggaris, kotak pensil, penghapus, sampul buku, dan lain-lain.


Semuanya bagus-bagus. Ingin rasanya berlama-lama di sana. Dan tentunya ingin juga rasanya memborong semuanya. Ha...ha... ha... duitnya saja yang nggak ada ..........

SIRING MONYET


Alhamdulillah, akhirnya hari Kamis tadi, 21 Juni 2018, sampai juga kakiku menginjak kota Banjarmasin. Kami berangkat dari rumah pukul 04.00 pagi lewat sedikit, dan tiba di Baanjarmasin sekitar pukul setengah sepuluh.


Yang ikut ibu dan kakakku Amalia dan Lutfan, dan tentu saja aku. Sedangkan ayah tidak ikut. Di mobil ada pula sepupuku, Ghina, Syahrin dan Rais serta kedua orangtuanya.



Karena berangkat sebelum subuh, maka di perjalanan kami singgah mesjid untuk mengerjakan shalat. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan kembali.
Perjalanan terasa sangat cepat. Barangkali karena hawanya yang dingin, atau karena aku yang tertidur dimobil. Dengan tidak terasa mobil sampai ke batas kota Banjarmasin.
Ibu senang sekali aku tidak muntah dalam perjalanan yang jauh. Bahkan ibu berjanji untuk lebih sering mengajakku pergi bila ada kesempatan.
Begitu mobil sampai di siring monyet. Aku langsung menunjuk patung monyet yang sangat  besar sekali.  Kata kakak Amalia, itulah maskot propinsi Kalimantan Selatan, yaitu “Monyet Bekantan”.